Sun. Oct 25th, 2020

Kronologis Kaburnya Oknum Kakam Hingga Akhirnya Tewas Ditembak Petugas BNN di Palembang

3 min read

Bandar Lampung -Jarrakpospapua.com.

Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung, Brigjen Pol I Wayan Sukawinaya, membeberkan kronologi penangkapan tahanan yang kabur dari BNNP Lampung, Adi Kurniawan (AK) sehingga akhirnya tewas bersama seorang rekannya setelah dilumpuhkan oleh petugas.

“Dia (pelaku AK) melarikan diri pada Senin (21/9/2020) dinihari sekitar 02.50 WIB,” kata I Wayan, Rabu (23/9/2020).
Wayan menjelaskan, kaburnya tersangka AK itu dengan memanfaatkan kelengahan petugas. “Jadi dia itu hendak izin ke tempat Mandi Cuci Kakus (MCK). Dan kebetulan jarak dari sel tahanan ke MCK nggak jauh, berada di luar,” jelasnya.

Selanjutnya, kata Wayan, tersangka AK kabur dari lantai 3 Kantor BNNP dengan cara melilitkan perban yang berada di kakinya, akibat bekas luka tembak yang dialaminya.

“Waktu malam minggu itu kan kita razia, pada capek. Petugas ada yang menjaga tapi mungkin kelelahan. Nah pelaku itu memanfaatkan kelengahan kita. Dia itu pura-pura masih sakit, padahal nggak sakit lagi kakinya. Terus lompat dari lantai atas dibantu dengan tali perbannya,” jelasnya.

“Karena dia ini habis kena tembak. Tali perbannya itu disambung sama dia seperti karet. Turun dia kebawah samping Bank Mandiri. Itu ketahuan setelah melihat rekaman CCTV Bank Mandiri. Dan ternyata sudah ada orang yang menunggu di pinggir jalan pakai sepeda motor,” bebernya.

Berdasarkan rekaman CCTV tersebut, sambung I Wayan, tak terlihat jelas wajah orang yang membantu pelarian pelaku AK.

Mengetahui pelaku AK kabur, Jenderal Bintang Satu ini pun langsung memerintahkan petugasnya untuk melakukan pengejaran. Pihaknya pun mendapati informasi bahwa pelaku Ak pulang ke kampungnya di Lampung Tengah.

“Kalau sudah pulang kampung kan kami dari awal nggak berani masuk kampungnya. Setelah itu dapat informasi lagi bahwa dia kabur ke Palembang, ditemani oleh tiga orang lainnya menggunakan mobil. Kita kejar dari pagi baru ke deteksi lokasi tersangka ini berada,” ucapnya.

Namun saat akan ditangkap tersangka AK melakukan perlawanan dan hendak menabrak kendaraan petugas.
“Penangkapan pertama dia melawan dan berhasil kabur. Kita kejar lagi. Tembak peringatan sudah kita lakukan, tapi tetap nggak mau berhenti juga. Kita kejar terus sampai akhirnya ketemu di sebuah pasar. Kita coba hentikan, nggak mau berhenti juga,” jelasnya.

“Kita sempat dapat informasi kalau tersangka ini bersama rekannya membawa senjata api. Kita nggak mau kehilangan jejaknya, kita pepet mobilnya dan langsung dihadang. Karena masih juga melawan terpaksa kita lakukan tindakan tegas dan terukur. Nah, ada satu orang yang dalam mobil mencoba melindungi tersangka dan terkena tembakan juga, sedangkan sopir dan 1 penumpang di mobil itu berhasil kabur,” lanjutnya.

Anggotanya pun berusaha mengejar dua orang yang melarikan diri tersebut, namun tidak berhasil tertangkap. “Jadi pelaku AK dan satu rekannya meninggal dunia. Dan saat ini masih di otopsi di RS Bhayangkara,” terangnya.

I Wayan menegaskan, bahwa pihaknya tidak pernah main-main dalam memberantas Narkotika.
“Sebenarnya tidak ada tujuan kami untuk menembak tersangka AK, tapi karena melakukan perlawanan dan tembakan peringatan ke udara tidak diindahkan, terpaksa kita lakukan tindakan tegas dan terukur,” tuturnya.

“Sebenarnya jika tersangka ditangkap dalam keadaan hidup-hidup, kasusnya dapat kita kembangkan. Yang jelas saya tidak pernah main-main dalam hal narkoba ini, saya sikat semua yang mencoba-coba bermain narkoba di Provinsi Lampung ini,” tegasnya.

AK ini merupakan tersangka kasus kepemilikan sabu sebanyak 1 kilogram. Dari hasil pengembangan AK, BNNP menangkap seorang perwira berpangkat AKP berinisial AY, yang bertugas di Polda Lampung.

 

Sumber : Redaksi

Editor : Kurnia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *